Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

secangkir kopi untuk persahabatan

DIA, begitu saya memanggilnya, DIA menawari aku kopi, “kopi venezuela” katanya. dituangkanya kopi itu dari termos Stainles Steelnya baunya enak sekali,saya membau kopi itu. tetapi saya tidak bisa membedakannya dgn jenis kopi yg lain, barangkali karna saya bukan peminum kopi yang handal :) *ketika itu di sebuah terminal pemberhentian bis di surabaya pukul 03.30wib di sebuah warung makan di dalem terminal, seorang wanita backpacker asal jakarta yang sangat ceria dan bersemangat untuk melihat dan menjelajahi INDONESIA yang indah serunya.

Batu Putih

Gambar
memang benar kata temanku orang karimun dia bilang " kalo kamu mau lihat keindahan daerah itu (batu putih), kamu harus tidur disitu " dan kebetulan waktu itu saya dan dua teman saya memang merencanakan akan ngecamp di karimun, dan itu adalah pengalaman kedua kalinya saya bermalam di pinggir pantai di kepulauan karimunjawa, dan pertama kali saya ngecamp di karimun itu dulu di ujung gelam. batu putih letaknya kira-kira 20 menit kalo dari bandara karimunjawa bisa di bilang dia hampir di ujung pulau karimun.menurut teman saya orang karimun daerah situ mempunyai taman bawah laut sangat bagus, tapi waktu itu saya tidak mencoba untuk bersnorkling karna memang peralatannya ga ada :) saya tiba di daerah situ kira-kira jam 15.00wib langsung berenang-renang ria dan bermain-main pasirsebelum menyiapkan tenda untuk bermalam. #tips untuk yang mau ngecamp di kepulauan karimunjawa hati-hati dengan yang namanya ular edor, ular itu habitatnya di semak-semak dan pada dasarnya ular itu san

INA

Gambar
gadis kecil ini bernama ina dia duduk di bangku kelas 4 SD, saya tidak bertanya siapa nama panjang gadis ini karena dia tidak bisa bahasa jawa, bahkan bahasa indonesia pun dia tidak bisa. dia cuma bisa berbahasa madura dan sedikit ngerti bahasa arab.(karena bahasa sehari-hari di sekolah dan di keluarga menggunakan bahasa madura dan setiap sore dia ngaji di pesantren menggunakan bahasa arab) jadi menurut saya wajar, sampai pada akirnya kita berisyarat ria :). dia tinggal di sebuah desa terpencil bernama desa sondeh kab.sampang madura , itu desa paling terakir dan pojok di desa itu. seharian bersama dia sangat menyenangkan, kebetulan hari itu hari jumat dimana sekolah dan pesantren di sana libur. kalo biasanya aturan hari libur itu adalah hari minggu, tapi tidak dengan aturan libur di sana, seperti di arab saudi :) saya di ajak maen di sawah,kandang sapi, di kali di desa itu. dan gadis ini sangat menyukai fotografi..setelah malem harinya saya ajarin bagai mana menggunakan kamera poc

ketika sang matahari muncul dari peraduanya

Gambar
Berawal dari sebuah berita saya lupa di surat kabar apa waktu itu saya baca, di situ di beritakan bahwa di jawa tengah mempunya tempat yang sangat indah untuk melihat dan menikmati matahari terbit. dan dalam berita itu juga menyebutkan bahwa sunrise disitu merupakan salah satu sunrise yang terbaik di asia..semakin penasaran pada waktu itu saya, dan dialah salah satu kebesaran TUHAN yang ada di bumi ini, lagi-lagi saya sangat beruntung akirnya bisa menikmati dan melihatnya langsung. dialah SIKUNIR . Dimulai pada hari sabtu siang saya berangkat ber 5 bersama teman-temanku dari semarang, jam 11.00wib kita berangkat dari tempat pemberhentian bis di daerah semarang atas untuk menuju kota wonosobo. yang seharusnya perjalanan dapat di tempuh dalam waktu 3-4 jam normalnya dan kemaren kita mendapatkan bonus tambahan 3 jam dari pak supir..jadi perjalanan kemaren di selesaikan pak sopir bis yang agak tua itu menjadi 7 jam...gile bener..:) tapi asyik walaupun badan capek banget sel

3 hari di atas awan

Gambar
tiga hari ini ga tau kenapa saya lagi seneng banget hunting foto-foto langit, pas kebetulan langit di sini (semarang) 3 hari ini  kalo siang langitnya lagi bagus-bagusnya, mataharinya sangat ceria, dan mengharubiru hehehe. jadi sekalian pas waktu keluar nganter polis sekalian liat-liat "layar lebar" . pada hari pertama saya pas ada kiriman polis ke arah semarang bawah tepatnya di daerah mbubakan ada sebuah gedung yang tiba-tiba menarik perhatian saya dan ngingetin saya sama sebuah film indonesia yang bulan kemaren sempet heboh dengan penghargaan-penghargaan yang diraih dalam festival-festival film di luar negri, ya THE RAID judul filmnya, sebenernya ga mirip-mirip amat sih cuma mungkin sayanya aja yang ngemirip-miripin hehehe pas kebetulan langit di atas warnanya bikin adem walaupun silauw :) langsung aja aku ambil handphone dan cepreeeet dapet satu :)  the "sky" raid hari kedua masih pas nganter polis di daerah mataram mata tertarik sama sebuah gedu

pasar krempyeng (ora kilangan krempyenge)

Gambar
pasar kilangan krempyenge , itu yang jadi pembicaraan saya sama seorang bapak-bapak waktu berteduh di sebuah mini market di daerah tlogorejo semarang. si bapak bilang bahwa sekarang pasar wes kilangan krempyenge (sekarang pasar sudah kehilangan keramaianya ) si bapak juga bilang sekarang pasar tradisional mulai di lupakan dan sedikit demi sedikit mulai di hilangkan. liat sekarang dimana - mana sudah mulai banyak berdiri mall, mini market dan bahkan di desa-desa pun sekarang yang namanya mini market mulai tumbuh pesat dan mulai menggantikan peranan pasar tradisional. bahkan sekarangpun kita sedang berada di pasar itu (mini market) hehehe iya pak, kitakan sekarang lagi ngiyop :) dan masih belum puas juga si bapak mau ngulas tentang pasar modern itu dia bercerita bahwa dia adalah seorang ketua RW. beliau bercerita bahwa di daerahnya pernah akan di dirikan mini market tapi di orang pertama kali yang menolaknya. dan aku mulai menjadi pendengar yang baik mendengarkan satu persatu ceri

surat Abdullah Al Ghaza untuk Indonesia

Gambar
“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku? Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalia